Ekonomi Daerah

Penguatan Agro-Hub dan Hilirisasi Pertanian Buka Peluang Baru bagi Petani Jawa Timur Memperluas Pasar

Jawa Timur terus memperkuat kedudukannya sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional melalui pengembangan pusat distribusi pertanian atau agro-hub, peningkatan infrastruktur, dan hilirisasi komoditas unggulan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Selasa, 13 Oktober 2026, menjelaskan bahwa strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi petani, peternak, dan nelayan.

Data yang disampaikan menunjukkan produksi padi Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai lebih dari 10,4 juta ton gabah kering giling, setara 17,34 persen produksi nasional. Sementara itu, potensi produksi selama Januari hingga November 2026 diperkirakan mencapai 10,24 juta ton.

Capaian tersebut menjadi landasan untuk memperkuat sistem pertanian yang tidak hanya berorientasi pada jumlah panen, tetapi juga pada pengolahan, distribusi, dan pemasaran hasil produksi.

Pengembangan Jatim Agro-Hub diharapkan mampu mempertemukan produsen pangan dengan jaringan perdagangan secara lebih terorganisasi. Dukungan irigasi, konektivitas antardaerah, serta pembentukan usaha pertanian yang lebih modern menjadi bagian dari strategi tersebut.

Selain beras, sektor jagung, tebu, peternakan, dan perikanan turut menjadi prioritas pengembangan. Diversifikasi komoditas penting agar pertumbuhan ekonomi pertanian tidak bergantung pada satu jenis produk.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut mengapresiasi kontribusi Jawa Timur dalam produksi pangan nasional. Ia juga menyampaikan rencana pembangunan fasilitas pembibitan unggas tingkat grand parent stock di provinsi tersebut.

Kebijakan ini memperlihatkan upaya memperkuat hubungan antara produksi pertanian dan industri pengolahan. Namun, manfaat bagi petani tetap memerlukan dukungan harga yang layak, efisiensi distribusi, dan akses pasar yang berkelanjutan.

Dengan pengembangan agro-hub, Jawa Timur memiliki peluang memperbesar nilai tambah sektor pangan sekaligus memperkuat pasokan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.