Pendidikan

Ribuan Pesantren Berada di Wilayah Rawan Bencana, Pedoman Perlindungan Santri Mulai Disusun di Jawa Timur

SURABAYA — Upaya memperkuat keselamatan santri di Jawa Timur memasuki tahap penyusunan pedoman khusus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama program Siap Siaga Jatim merancang konsep Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) untuk meningkatkan kesiapan lembaga pendidikan keagamaan menghadapi berbagai ancaman.

Langkah tersebut menjadi penting setelah pemetaan risiko menunjukkan bahwa sebagian besar pondok pesantren di provinsi ini berada di kawasan yang memiliki potensi bahaya bencana cukup tinggi.

Berdasarkan data yang disampaikan BPBD Jawa Timur pada Sabtu, 10 Oktober 2026, terdapat sekitar 7.430 pondok pesantren di seluruh provinsi. Dari jumlah tersebut, kurang lebih 5.930 pesantren berada di wilayah dengan potensi risiko tinggi berdasarkan pemetaan multibahaya.

Sementara itu, data Kementerian Agama Jawa Timur mencatat sekitar 660.437 santri. Besarnya populasi tersebut menjadi alasan perlunya pedoman keselamatan yang sesuai dengan kondisi lingkungan pendidikan berasrama.

Penyusunan konsep Pestana dilakukan melalui forum diskusi yang melibatkan sejumlah lembaga. Unsur organisasi keagamaan, pegiat kebencanaan, perwakilan pesantren, dan kalangan akademisi turut memberikan masukan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran atas berbagai kejadian yang pernah menimpa lingkungan pesantren, termasuk runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo pada September 2025.

Melalui pedoman yang sedang dirancang, pesantren diharapkan mempunyai dasar lebih jelas dalam mengenali risiko, menyiapkan prosedur kedaruratan, serta meningkatkan kemampuan pengelola dan santri menghadapi situasi berbahaya.

Namun, keberhasilan inisiatif tersebut nantinya akan bergantung pada penerapan di lapangan, termasuk pelatihan, pemeriksaan bangunan, dan kesiapan jalur evakuasi.

Penyusunan Pestana menjadi langkah awal menuju sistem perlindungan santri yang lebih terencana dan berkelanjutan.