SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya terus memperluas akses masyarakat terhadap lapangan kerja melalui rekrutmen perusahaan, bursa kerja khusus, penempatan pekerja ke luar negeri hingga pelatihan dan sertifikasi.
Data terbaru yang dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026, mencatat sebanyak 5.120 tenaga kerja telah memperoleh penempatan kerja hingga Juli 2026. Jumlah itu berasal dari berbagai kanal yang dikembangkan pemerintah kota bersama perusahaan dan lembaga pendidikan.
Sebanyak 2.952 orang terserap melalui rekrutmen reguler perusahaan, sedangkan 1.615 orang memperoleh pekerjaan melalui Bursa Kerja Khusus. Selain itu, tercatat 166 orang ditempatkan bekerja di luar negeri serta 120 orang mengikuti skema pelatihan dan sertifikasi.
Pemerintah kota juga menyediakan 160 lowongan aktif melalui platform ASSIK dan mencatat 107 penempatan melalui kegiatan job fair.
Upaya memperluas kesempatan kerja menjadi penting karena tingkat pengangguran terbuka Surabaya masih berada di kisaran 4,84 persen, sementara pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan menjadi 4,47 persen.
Sepanjang 2026, target penempatan tenaga kerja baru ditetapkan sebanyak 8.838 orang. Proyek pembangunan kota juga diarahkan untuk menyerap pekerja lokal.
Dari 1.820 kontrak pekerjaan konstruksi yang telah berjalan, sebanyak 884 warga ber-KTP Surabaya telah mendapatkan pekerjaan. Pemerintah menargetkan tambahan sekitar 936 pekerja lokal hingga akhir tahun.
Investasi turut memberi kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja. Sebanyak 368 perusahaan yang melakukan investasi disebut telah menyerap 32.718 pekerja dan sekitar separuhnya merupakan warga Surabaya.
Perkembangan hingga akhir 2026 akan menjadi indikator penting untuk melihat seberapa jauh pertumbuhan investasi dan proyek pembangunan dapat menekan pengangguran secara lebih permanen.