Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Jawa Timur mendapat ruang lebih luas untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jaringan pasar melalui Jatim Fest 2026. PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) melibatkan UMKM binaannya dalam agenda yang berlangsung di Grand City Convex Surabaya pada 30 September hingga 4 Oktober 2026.
Keikutsertaan UMKM dalam pameran tersebut bukan sekadar membuka stan penjualan. Ajang ini juga menjadi sarana mempertemukan produk lokal dengan calon konsumen baru dan sesama pelaku usaha sehingga terbuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Salah satu peserta adalah Nikita Etnik, usaha milik Feni Permonowati yang memproduksi aksesori buatan tangan berbahan batu alam dan tembaga bakar. Karakter batu alam membuat setiap produk memiliki corak berbeda sehingga memberikan nilai eksklusif.
Feni menyebut Jatim Fest 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti pameran bersama SIER. Kesempatan itu sekaligus membuka ruang bagi usaha kecil untuk melihat perkembangan pasar secara langsung serta bertukar pengalaman dengan UMKM lain.
Pendampingan seperti ini penting karena tantangan UMKM tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk. Pelaku usaha juga membutuhkan akses promosi, pemasaran, jejaring bisnis, dan kesempatan bertemu konsumen.
Kolaborasi antara BUMN, pengelola kawasan industri, dan pelaku UMKM menunjukkan bahwa pertumbuhan industri dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Jika akses pasar terus diperluas, produk lokal berpeluang naik kelas dan memiliki posisi lebih kuat dalam rantai ekonomi daerah.