Pertanian

Produksi Padi Naik 5,13 Persen, Pasokan Beras Jatim Bertambah hingga Oktober

Produksi padi di Jawa Timur diperkirakan terus menunjukkan peningkatan hingga Oktober 2026. Berdasarkan proyeksi terbaru, produksi padi di provinsi tersebut mencapai sekitar 9,86 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 5,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Peningkatan produksi tersebut berjalan seiring dengan bertambahnya luas panen. Hingga Oktober 2026, luas panen padi di Jawa Timur diproyeksikan mencapai sekitar 1,74 juta hektare atau bertambah 4,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan produksi gabah juga berdampak pada volume beras yang dihasilkan. Produksi beras diperkirakan mencapai sekitar 5,69 juta ton, naik 5,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data tersebut menunjukkan bahwa pertambahan area panen berjalan beriringan dengan peningkatan produksi pangan.

Perkembangan ini penting karena Jawa Timur merupakan salah satu sentra produksi beras nasional. Peningkatan hasil panen dapat menambah ruang bagi pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat sekaligus memperkuat ketersediaan pasokan menjelang akhir tahun.

Keberlanjutan produksi tetap bergantung pada sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca, ketersediaan air, sarana produksi, hingga kelancaran proses panen dan distribusi. Karena itu, pengawalan pada fase produksi hingga penyerapan hasil panen menjadi bagian penting agar peningkatan produksi dapat memberikan manfaat optimal bagi petani maupun konsumen.

Proyeksi sampai Oktober juga memberi gambaran positif mengenai aktivitas sektor pertanian Jawa Timur sepanjang 2026. Tantangan berikutnya adalah menjaga produktivitas sekaligus memastikan hasil panen dapat terserap dan didistribusikan secara efisien.