Kota Mojokerto masuk dalam tiga kabupaten/kota yang lolos kategori lingkungan berkarakter sehat pada Environmental Health Competition (EHC) 2026 tingkat Jawa Timur. Hasil tersebut menunjukkan pengelolaan kesehatan lingkungan tidak hanya bergerak pada pembangunan fasilitas, tetapi juga melibatkan koordinasi antarlembaga hingga tingkat kelurahan.
Tim verifikator menilai penguatan kesehatan lingkungan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara konsisten. Sanitasi, kebersihan permukiman, pengelolaan sampah, serta perilaku hidup bersih menjadi beberapa unsur penting karena berhubungan langsung dengan kualitas kesehatan warga.
Masuknya Mojokerto dalam tahapan verifikasi membuka ruang evaluasi terhadap program yang selama ini telah dijalankan. Penilaian tersebut dapat digunakan untuk melihat praktik yang sudah efektif sekaligus mengidentifikasi bagian yang masih perlu diperbaiki.
Kekuatan program kota sehat juga bergantung pada keterhubungan antara puskesmas, kelurahan, perangkat daerah, kader kesehatan, dan masyarakat. Pendekatan tersebut memungkinkan persoalan lingkungan dikenali dari tingkat paling dekat dengan warga sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat.
EHC pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan penghargaan. Program ini dapat menjadi instrumen untuk mendorong standar pelayanan kesehatan lingkungan yang lebih konsisten. Jika praktik yang dinilai efektif terus dipertahankan, Mojokerto berpeluang menjadi salah satu rujukan bagi daerah lain dalam membangun lingkungan perkotaan yang sehat.
Tahap berikutnya adalah memastikan hasil penilaian diterjemahkan menjadi perbaikan berkelanjutan sehingga manfaat program benar-benar terlihat pada kondisi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.