Penanganan dampak musim kemarau di Jawa Timur kembali diperkuat melalui distribusi air bersih kepada masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan. Di Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, tiga truk tangki dikerahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga.
Selain suplai menggunakan kendaraan tangki, sebanyak 200 jeriken dan 50 tandon turut disalurkan. Peralatan tersebut memberi ruang bagi rumah tangga untuk menyimpan cadangan air lebih lama, terutama ketika distribusi belum dapat dilakukan setiap saat.
Penanganan tidak hanya mengandalkan distribusi air. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menjalankan pemetaan sumber air, pengembangan jaringan pipanisasi, pengeboran sumur, serta upaya modifikasi cuaca. Pendekatan tersebut penting karena karakter geologi setiap wilayah berbeda. Di sejumlah lokasi, pengeboran harus dilakukan cukup dalam sebelum menemukan sumber air yang dapat dimanfaatkan.
Pemetaan juga diarahkan untuk menemukan sumber terdekat yang memungkinkan dialirkan secara lebih berkelanjutan menuju permukiman terdampak. Dengan begitu, pengiriman menggunakan truk tangki dapat berfungsi sebagai penanganan cepat sembari solusi jangka menengah disiapkan.
Bantuan di Ponorogo menunjukkan bahwa penanganan kekeringan membutuhkan kombinasi antara respons darurat dan pembangunan sumber air yang lebih permanen. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap wilayah rawan memiliki data sumber air, jaringan distribusi, dan cadangan yang memadai sebelum kemarau mencapai periode terberat.